JANGAN PERNAH MENYESAL MASUK KEBIDANAN

0
1192

Oleh : Hilda Fauziah, Mahasiswi Akbid YPSDMI Garut

Praktek Lapangan yang sudah 3 minggu lebih ini kami lalui menuai banyak hikmah. Sekurang-kurangnya semakin memperkokoh komitment kami yang mengambil jalur Kesehatan (kebidanan). Jika Anda menyesal dan ingin keluar, maka keluarlah dari sekarang. Karena profesi ini bukanlah profesi main-main, menyangkut nyawa manusia. Akan ada banyak ibu dan bayi yang menderita jika kita melakukan segala sesuatunya dengan tidak ikhlas. Akan banyak Bidan-bidan judes yang akan terlahir dan meramaikan jagat image jelek dari Bidan itu sendiri nantinya. Sungguh sesuatu yang sangat memprihatinkan. Dan Anda, mahasiswa kebidanan inilah yang akan berperan sebagai “agent of change” untuk merubah semua paradigma jelek yang terlanjur melekat pada diri seorang Bidan. Ketika melangkahkan kaki ke Rumah Sakit, maka tinggalkanlah segala keangkuhan, kesombongan, dan sifat-sifat jelek lainnya. Posisikanlah diri Anda sebagai seseorang yang akan berperan dan membantu meringankan beban orang lain. Bukankah itu adalah suatu tugas yang mulia. Hadapilah pasien layaknya keluarga kita sendiri. Posisikan mereka sebagai sosok orang-orang terdekat kita. Anggaplah pasien sebagai  ibu, adik, kakak, tante kita sendiri.

Jika ditinjau pada saat ini, memang Bidan menempati posisi sebagai sosok yang mengerikan di RS. karena biasanya ketika sang Ibu dalam keadaan teriak-teriak menahan sakit ketika proses persalinan berlangsung tak jarang para bidan-bidan senior yang memarahi ibu tersebut, menyuruh diam dengan sedikit bentakan. Hal tersebut terlebih dikarenakan cara berkomunikasi Bidan itu sendiri. Apakah mereka lupa pernah mempelajari “Komunikasi dan konseling dalam kebidanan” Bagaimana cara komunikasi terapeutik dengan seorang pasien. Padahal dengan penampilan yang sopan, tutur bahasa yang baik, bisa mengurangi penderitaan pasien. Dengan sedikit perhatian ikhlas saja, pasien dapat menganggap bidan sebagai orang yang berkompeten dan berkualitas.Wajah boleh gak terlalu cantik, tapi dengan sedikit senyuman, keramahan, maka akan bisa kelihatan lebih baik dan manis.Ingatlah, satu kebaikan yang kita tanamkan kepada pasien, maka akan menimbulkan banyak kebaikan –kebaikan lainnya. Rawatlah pasien dengan hati, tidak sekedar dengan tangan dan raga. Gunakanlah keihklasan dalam bekerja.

Bidan bukanlah pembantu dokter spesialis kandungan, tetapi lebih merupakan mitra dokter. Oleh sebab itulah bidan diminta untuk bisa berfikir kritis. Dan bagaimana bisa Bidan berfikir kritis jika tidak memperkaya kompetensi dan ilmu pengetahuannya sendiri… Jangan hanya ingin menjadi Kepala Bagian, dosen, Direktur RS saja… Tetapi juga niatkanlah kepada diri Anda untuk bisa mengabdi di klinik. Bekerja di RS itu tidak berat, jika kita memang bekerja dari hati dan ikhlas. Dan tanamkanlah dalam diri Anda sekalian bahwa ketika melangkah pulang meninggalkan gerbang RS, Anda bisa tersenyum bahagia karena telah MEMBUAT 1 KEBAIKAN untuk pasien Anda. Ada sesuatu hal yang menarik, yaitu ketika kita memilih/dipilih untuk menjalankan suatu profesi atau suatu pekerjaan, maka niatkanlah hal tersebut karena Allah. Kuatkanlah azam dan tekad bahwa itu benar-benar jalan terbaik bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Jangan pernah ada kata penyesalan, perasaan tidak sanggup, dan kurang percaya diri karena sesunguhnya hal tersebut hanya semacam trik dan tipu daya syetan untuk melemahkan kita.

Editor : RAA